JAKARTA - Tidak banyak wirausahawan sukses
yang ingin membagi resep kesuksesannya. Namun, Bambang Setiawan si bos
jangkrik akan berbagi strategi mengembangkan bisnisnya.
Pria 28 tahun ini menyebut, pangsa pasar sektor pertanian dan
peternakan di Indonesia sangat besar. Hal tersebut yang menjadi geliat
semangatnya untuk berwirausaha.
"Untuk Indonesia yang pertanian dan peternakan pangsa pasarnya besar, tetapi sepertinya peluang ini belum maksimal digarap, karena kaya produk sapi atau kambing semuanya sangat kurang, banyak produk impor yang masuk," kata Bambang kepada Okezone Jakarta belum lama ini.
Menurut Bambang, banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia menandakan bahwa kualitas produk dalam negeri masih belum mendapatkan kepercayaan dari konsumen 100 persen.
"Ke depan strategi saya meningkatkan kualitas, dan menjamin kualitas, produk domestik kurang terpercaya kaya kualitasnya tidak terjamin, kadang ada yang bagus, yang jelek, kadang diakal-akalin, jadi kepercayaan konsumen kurang," tambahnya.
Pangsa pasar sektor pertanian dan peternakan juga masih besar jika dilihat dari kebutuhan pasar yang setiap saat terus mengalami pertumbuhan. Namun, kebanyakan, stok dengan kualitas yang kurang bagus juga akan menjadi sia-sia atau tidak mampu diserap pasar domestik.
Menurut Bambang, dengan manajemen yang baik, maka hal stok akan dapat teratasi dengan baik. "Jadi stok selalu tersedia, sayangnya SDM pertanian dan peternakan ini tidak secanggih SDM di sektor lain, yang bisa dilakukan secara bergenerasi," ujarnya.
Dan strategi yang terakhir, Bambang menuturkan adalah memberikan harga yang selalu bersaing dengan kompetitor lainnya.
"Ketiga, harga harus bersaing dengan modal strategi pertama dan kedua menjadi kepercayaan pasar," pungkasnya. ( brt : Okezone )
"Untuk Indonesia yang pertanian dan peternakan pangsa pasarnya besar, tetapi sepertinya peluang ini belum maksimal digarap, karena kaya produk sapi atau kambing semuanya sangat kurang, banyak produk impor yang masuk," kata Bambang kepada Okezone Jakarta belum lama ini.
Menurut Bambang, banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia menandakan bahwa kualitas produk dalam negeri masih belum mendapatkan kepercayaan dari konsumen 100 persen.
"Ke depan strategi saya meningkatkan kualitas, dan menjamin kualitas, produk domestik kurang terpercaya kaya kualitasnya tidak terjamin, kadang ada yang bagus, yang jelek, kadang diakal-akalin, jadi kepercayaan konsumen kurang," tambahnya.
Pangsa pasar sektor pertanian dan peternakan juga masih besar jika dilihat dari kebutuhan pasar yang setiap saat terus mengalami pertumbuhan. Namun, kebanyakan, stok dengan kualitas yang kurang bagus juga akan menjadi sia-sia atau tidak mampu diserap pasar domestik.
Menurut Bambang, dengan manajemen yang baik, maka hal stok akan dapat teratasi dengan baik. "Jadi stok selalu tersedia, sayangnya SDM pertanian dan peternakan ini tidak secanggih SDM di sektor lain, yang bisa dilakukan secara bergenerasi," ujarnya.
Dan strategi yang terakhir, Bambang menuturkan adalah memberikan harga yang selalu bersaing dengan kompetitor lainnya.
"Ketiga, harga harus bersaing dengan modal strategi pertama dan kedua menjadi kepercayaan pasar," pungkasnya. ( brt : Okezone )
Post a Comment